Berbagi Istri dengan Adik Ipar Suami, Ajaran Ilmu Sesat?

Tidak ada yang menyangka bahwa ritual berbagi istri dengan adik ipar tentu akan memberikan kesan mendalam untuk seseorang apalagi kalau itu dikaitkan dengan ajaran sesat, karena menuntut ilmu gaib kadangkala memang sangat aneh dan tidak masuk akal kalau kita melihat syaratnya, termasuk cerita berbagi suami dengan tetangga dan mertua sendiri yang pada akhirnya sebagai seorang menentu tentu harus menuruti keinginan pasangan dan yang lebih tua, dalam hal ini tidak semua kenyataan adalah hal baik yang akan membawa kedamaian dalam kehidupan termasuk ketika membicarakan tentang kehidupan dalam rumah tangga. Sampai akhirnya akan timbul bermacam prasangka yang akan menyebabkan kita merasa perlu untuk menyampaikan sedikit atau banyak keinginan untuk dapat keluar dari masalah yang saat ini sedang dihadapi terutama kalau itu dikaitkan dengan keadaan hidup yang tidak kunjung menemukan kedamaian dan rasa nyaman padahal sudah melakukan bermacam tindakan dengan maksimal.

Tentu akan menyisakan banyak tanda tanya saat kita menghadapi keadaan yang serba sulit apalagi untuk menyelesaikan masalah yang sama sekali tidak pernah kita tahu mana ujung dan pangkalnya. Sehingga semua akan memberikan rasa bingung dalam kehidupan kita sampai melakukan hal tidak berguna dan nekad demi mendapatkan apa yang di inginkan dalam hati kecil yang tidak lagi dapat dituruti dengan keadaan tertentu. Kadangkala orang lebih melihat kepada bagaimana kita hidup untuk memberi dan menerima semua hal yang ada dalam hidup kita, termasuk rasa keberatan ketik berbagi istri dengan kakak kandung dan sahabat sendiri yang pada akhirnya akan melahirkan anak dan apa yang tidak kita inginkan akan terjadi.

Ada cerita menarik mengenai ritual sesat yang akan membuat kita geleng-geleng kepala karena tidak menyangka hal itu akan ada dan terjadi dalam dunia nyata. Dalam hal ini orang mungkin tidak percaya akan adanya ilmu sakti yang mengajarkan orang lain yang mengikuti ilmu tersebut untuk melakukan hal bebas yang menyangkut pergaulan dalam kehidupan rumah tangga, dimana orang yang ikut harus rela membagikan orang terkasih mereka dengan sang guru, maksudnya adalah ketika kita mengikuti ajaran ilmu tersebut maka harus bersedia memberikan kesempatan khusus untuk guru supaya dapat bersama dengan istri atau pacarnya. Diyakini ritual ini adalah untuk menurunkan ilmu sakti atau menyalurkan energi ilmu yang dimiliki sang guru sehingga dapat mengalir melalui pasangan yang pada akhirnya akan diterima orang suami atau pasangan yang mempelajari ilmu tersebut.

Memang tidak masuk akal kalau kita pikirkan, bagaimana bisa dengan membagikan pasangan dengan sang guru maka ilmu akan dapat diterima, namun demikian semua akan kembali pada keadaan kita masing-masing yang mana akan memberikan pengaruh besar pada keinginan untuk mencapai tujuan dalam hidup termasuk bagaimana kita memperlakukan orang lain dengan benar. Kalau anggapan kita pada seseorang itu keliru, maka sampai pada keadaan yang tidak disadari akan menghasilkan hal yang sama sehingga tidak ada orang yang akan menyangka bahwa semua itu memang benar adanya. Sampai pada keadaan yang tidak pernah kita ketahui akan terjadi, ternyata apa yang berlaku adalah hanya sebuah kebohongan sehingga dengan mudahnya kita dipengaruhi untuk melakukan hal tidak benar. Saling berbagi istri misalnya, akan memberikan keadaan yang semakin tidak menentu. Bukan hal baik yang akan diperoleh namun sebaliknya akan merugikan kita secara langsung maupun tidak langsung.

Menarik untuk dibaca, Doa untuk suami yang bekerja jauh

Sehingga amat penting bagi kita untuk selalu memikirkan kembali sebuah keadaan sebelum mengambil keputusan, termasuk dalam menyaring setiap ilmu yang masuk dan ada disekitar kita sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan sehingga orang akan memiliki penilaian tersendiri yang akan membawa kita pada keadaan sebenarnya dalam hidup ini. Jangan sampai apa yang di inginkan kemudian memberikan pengaruh besar termasuk dampak yang tidak menentu sehingga semua hanya akan membawa kita pada keadaan baru yang tidak mudah untuk dilakukan dan diterima dengan akal sehat. Dalam hal ini setiap orang tentu memiliki pandangan berbeda mengenai apa dan bagaimana seharusnya menerima setiap keadaan dalam hidup ini sehingga tidak salah arah dalam menentukan arah kehidupan sendiri.