Cerita Kakek Tua Tentang Suap, Pungli di Instansi Pemerintah

Ini adalah sebuah cerita tentang pungli di lembaga pemerintahan, sebuah kisah kakek tua yang mau mengurus hal penting di instansi pemerintah namun mengalami kesulitan karena tidak dapat membayar tarif premium dari instansi tersebut. Tidak dijelaskan mengapa dan bagaimana alur ceritanya, namun kita dapat memetik hikmah dari pengalaman kakek tua ini sehingga diharapkan tidak akan mengalami hal yang sama.

Yang akhirnya akan merugikan diri sendiri dan semua pihak yang terkait dengan instansi tersebut, tentu nama mereka akan tercoreng, sehingga menghilangkan kepercayaan masyarakat pada lembaga pemerintah. Semoga cerita seperti ini tidak terulang kembali dimasa depan dan dalam kehidupan sehari-hari kita sehingga semua akan baik saja.

 

Buruknya layanan pemerintah

Sudah hampir empat jam Pak Karyo menunggu giliran untuk dipanggil, namun nomor antrian yang dia bawa tak kunjung muncul juga di papan informasi, tidak seperti apa yang dikatakan oleh petugasnya tadi. Pak Karyo sedang mengurus dokumen penting di suatu lembaga pemerintah, menurut pemikiran Pak Karyo segala urusannya pasti akan mudah karena kantor yang menyandang label ‘negeri’ pasti mempunyai kualitas kerja yang bagus dalam melayani masyarakat.

Ternyata anggapan Pak Karyo meleset, pagi-pagi sekali dia datang ke kantor tersebut dengan harapan agar urusannya segera selesai, ternyata malah hampir setengah hari dia mengantri tapi belum juga dilayani.

Tapi yang membuat Pak Karyo heran, di dalam kantor tersebut seperti ada oknum yang mondar-mandir keluar masuk kantor membawa berkas-berkas dokumen, dan sepertinya orang itulah yang membuat antrian Pak Karyo tidak di hiraukan.

 

Praktek percaloan yang masih tumbuh subur

Setelah Pak Karyo bertanya-tanya, ternyata memang benar mereka yang ingin mengurus surat-surat penting biasanya memakai jasa semacam ‘orang dalam’ untuk menguruskan pembuatannya. Hanya kasih uang, terima beres, pulang langsung bisa membawa dokumen yang di inginkan.

Sedangkan orang yang datang secara baik-baik seperti Pak Karyo malah tidak dilayani, dengan agak kesal Pak Karyo pun bertanya langsung kepada petugasnya.

“Pak, saya datang paling awal kenapa belum juga dilayani? Sedangkan sudah banyak orang yang pulang membawa dokumennya dengan proses yang sangat cepat?”

Dan petugas itupun menjawab ” Maaf Pak, pembuatan dokumennya untuk yang proses biasa memang agak lama, tapi kalau Bapak mau cepat kami bisa mengusahakannya dengan layanan privat.”

“Layanan privat yang bagaimana maksudnya? Setahu saya disini dalam membuat surat-surat prosesnya sama saja.” Jawab Pak Karyo

“Begini Pak, selain layanan yang biasa, kami juga menyediakan layanan khusus sehingga Bapak tidak perlu repot-repot mengisi formulir, mengantri, dan menunggu. Bapak hanya perlu duduk sebentar sambil baca koran atau hisap r0kok, dan kami yang akan mengerjakan semuanya. Dan biaya untuk layanan privat ini juga murah Pak, dengan membayar Rp…. Bapak langsung bisa membawa pulang dokumen tersebut.”

“Ooo…” Pak Karyo hanya berguman, karena untuk membayar dalam jumlah tersebut rasanya sangat berat bagi Pak Karyo yang hanya seorang buruh.

“Jangan ragu Pak, layanan privat kami memang sengaja dihadirkan untuk menjawab kegalauan masyarakat, dan jika Bapak memilih layanan biasa, berarti Bapak harus bersabar.”

Leave a Reply