Niat Puasa Mutih Beserta Pantangan yang Harus dihindari

Memastikan niat puasa mutih yang benar agar mendatangkan manfaat dalam hidup mungkin bukan hal mudah bagi sebagian orang karena untuk mengetahui tata cara puasa mutih menjelang pernikahan atau puasa mutih 3 hari untuk mendapatkan ketenangan batin kadang menjadi polemik, apa perlunya melakukan puasa mutih? Apa pantangan puasa mutih yang dapat membatalkan puasa tersebut sehingga harus dihindari supaya tidak mendatangkan hal buruk kelak dikemudian hari? Tentu hal semacam ini akan membuat kita merasa sangat perlu mengetahui apa dan bagaimana seharusnya seseorang melaksanakan puasa dengan niat untuk membersihkan jiwa, mendapatkan apa yang dirasakan dan sedang dipelajari terkait ilmu batin dan sejenisnya.

Perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa melaksanakan puasa mutih memang tidak semua orang paham akan tujuannya, dan mungkin hanya sebagian orang yang mengerti akan ilmu kejawen yang memahami tentang puasa mutih ini. Karena dalam banyak macam ilmu jawa memang diharuskan melaksanakan puasa mutih sebagai syaratnya, seperti misalnya puasa lain yakni puasa pati geni, puasa ngebleng, ngalong , ngrowot dan sebagainya yang masing-masing tentu memiliki tujuan tertentu sesuai apa yang hendak dipelajari dan diharapkan akan dapat dimiliki dari proses belajar tersebut.

Sedikit berbagi tentang pengalaman seorang teman yang melaksanakan puasa mutih, dia menggunakan niat berupa rapalan dalam bahasa Jawa yang intinya adalah bertujuan untuk memperoleh ilmu tertentu, dengan mengharapkan ridho dari Yang Maha Esa, sehingga puasa yang dijalankan benar-benar dapat menjadi sarana untuk lelaku prihatin sehingga proses mempelajari ilmu tersebut memang benar dapat mendatangkan manfaat kelak dikemudian hari. Hal seperti ini tentu menarik, karena sebagian orang tidak percaya akan hal-hal gaib apalagi berkaitan dengan puasa mutih. Namun demikian tidak ada salahnya kalau kita selalu membuka pikiran untuk membaca hal baru yang secara tidak langsung tentunya akan menambah wawasan sehingga semua yang dilakukan akan berdampak baik kedepannya.

Beberapa pantangan puasa mutih:

  1. Tidak boleh makan segala makanan yang berasal dari hewan atau yang bernyawa
  2. Dilarang makan dan minum kecuali makanan yang tanpa warna, misalnya hanya makan nasi putih dan air putih
  3. Tidak boleh menyombongkan diri, berpuasa untuk ilmu yang belum didapatkan namun sudah sombong maka maka tidak akan terkabul memperoleh ilmu tersebut
  4. Tidak boleh puasa mutih sembarangan, harus memiliki tujuan dan maksud yang jelas supaya tidak mendatangkan efek negatif

Ketika kita sudah mantap hendak melaksanakan suatu ilmu atau amalan tertentu maka bukan tidak mungkin memperoleh sesuatu tersebut dengan jalan mudah dan terasa ringan karena dalam hati sudah memiliki keyakinan kuat akan berhasil dalam menjalankan apa yang dikehendaki, namun demikian bagi yang masih bingung akan tujuan dan maksud dari puasa tersebut maka ada baiknya untuk tidak mencoba-coba tanpa adanya pendampingan dan arah yang pasti tentang apa yang harus dipelajari sehingga tujuan tersebut menjadi kabur dan hanya akan mendatangkan hal tidak di inginkan dan kurang bermanfaat.

Orang yang tengah mempelajari suatu keilmuan mungkin melaksanakan puasa mutih antara 3 sampai 7 hari tergantung niat dari orang tersebut, misalnya untuk mendapatkan ilmu pelet tepuk bantal maka orang melakukan puasa mutih dan melaksanakan sejumlah ritual. Namun demikian yang mengerti dan paham akan tujuan dari lelaku tersebut adalah yang bersangkutan dan kalau kita hanya ikut-ikutan mungkin tidak akan banyak berpengaruh karena jauh dari tujuan sebenarnya lelaku tersebut yang pada akhirnya tidak akan mendatangkan manfaat.